(wahdah.or.id) Mamuju – Tim LAZIS Wahdah bersama pengurus DPD Wahdah Islamiyah Mamuju mengunjungi dan menyalurkan bantuan untuk Pak Muliadi dan keluarganya di kediamannya di Lingkungan Tima Kelurahan Mamunyu Kecamatan Mamuju pada Sabtu (07/04/2018).

Pak Muliadi yang menderita cacat permanen akibat kecelakaan kerja tersebut dengan ditemani istrinya, Ibu Jumiati menerima bantuan berupa bahan makanan dan uang tunai.

Setahun yang lalu Ia mengalami mengalami kecelakan kerja saat menjadi buruh bangunan. Kejadian bermula saat bapak ini mengerjakan pembesian sebuah bangunan di daerah kasiwa Mamuju, saat itu besi yang dikerjanya bersentuhan dengan aliran listrik sehingga menyebabkan kedua tangan dan sebagian tubuhnya terbakar dan menyebabkan harus kehilangan kedua tangannya sampai siku.

Bapak yang berasal dari Kalimantan Timur ini dikarunia 7 (tujuh) orang anak, yang 4 diantaranya sedang duduk di bangku SD. Sejak mengalami kecelakaan sekitar Bulan Maret Tahun 2017, beliau tidak bisa berbuat banyak untuk keluarganya termasuk dalam hal pencarian nafkah.

Ibu Jumiati mengaku bahwa demi kebutuhan keluarga, ia harus berusaha mencari uang dengan jalan menjadi tukang cuci. Hasil dari pekerjaannya dapat menghasilkan sekitar Rp 30.000 per hari, namun itu tentu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga, apalagi untuk keperluan sekolah anak.

“Iya hanya menjadi tukang cuci pakaian tetangga atau warga yang butuh bantuan. Itupun tidak menetap, kadang 3 atau 4 hari cucian baru masuk. Terus terang pak, kadang kami tidak masak, makanan kadang juga dikasi dari keluarga. Alhamdulillah pak, untung anak-anak kami sabar walaupun kadang hanya makan nasi dan garam”. Ujar Ibu Jumiati.

Ketua Departemen Sosial Wahdah Islamiyah Mamuju, Ashriady, SKM., M.Kes, mengatakan, keluarga Bapak Muliadi masih membutuhkan uluran tangan baik dari pemerintah maupun kaum muslimin di Kabupaten Mamuju. Kondisi rumah yang ditempati keluarga Muliadi masih perlu pembenahan. Apalagi menurut pengakuan Ibu Jumiati, rumahnya sering terkena banjir jika musim hujan.

Ibu Jumiati juga menuturkan bahwa sebenarnya sudah ada tanah yang dibelikan oleh Bapak Bupati Mamuju, namun proses pembangunan rumah yang layak untuk menampung 7 orang anak ini tentu masih membutuhkan bantuan. [am].

Artikulli paraprakUstadz Zaitun: Siapa Pun Pelaku Pelecehan Syariat Harus Dihukum
Artikulli tjetërBerhati-hatilah Dari Dosa-dosa Yang Dianggap Remeh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini