Buka Cabang di Makassar, UIIS Bebaskan Biaya Pendidikan

Oleh: Yusuf Said
(Fajar, Jum’at 30 Januari 2009 Hal.1)

JAKARTA — Perguruan tinggi terkemuka dan termodern di Arab Saudi, Universitas Imam Ibnu Saud (UIIS), membuka cabang perguruan tinggi pada tiga kota di Indonesia.Ketiga kota dimaksud adalah Makassar, Sulawesi Selatan, Semarang, Jawa Tengah, dan Padang, Sumatera Barat.

Keputusan manajemen UIIS untuk membuka cabang di Makassar, Semarang dan Padang tersebut, tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani bersama Menteri Agama, Maftuh Basyuni, dan Rektor UIIS, Prof Dr Sulaiman Abal Khail, di Kantor Menag, Jakarta, Kamis 29 Januari.

Dalam MoU itu, UIIS menyatakan bahwa mahasiswa tidak dibebani satu senpun biaya pendidikan alias serba gratis. Dan itu, mulai berlaku sejak pendaftaran mahasiswa hingga penyelesaian studi.
Bukan hanya itu, bagi mahasiswa juga disiapkan asrama. Yang lebih menjanjikan lagi adalah UIIS juga menyiapkan beasiswa yang terpisah dari pembebasan biaya pendidikan.

Untuk tahap pertama, program studi yang akan dibuka adalah Bahasa Arab dan Ilmu Islam. Program studi lain yang selanjutnya memungkinkan dibuka adalah Manajemen dan Informatika.

Nilai investasi untuk tiga cabang UIIS di Indonesia itu mencapai puluhan miliar. Berapa persisnya, Sulaiman yang dikonfirmasi Fajar, tidak bersedia menyebutkan detail nominalnya. Dia hanya menyebutkan bahwa tenaga pengajar native speaker akan didatangkan dari Arab Saudi dan Mesir.

Di pihak lain, Menag Maftuh Basyuni meminta pemerintah provinsi ketiga kota yang mendapat kepercayaan pemerintah Arab Saudi, untuk membantu percepatan pembangunan kampus cabang UIIS. “Kita berharap pemerintah daerah dapat membantu percepatan proses pembangunan cabang Universitas Islam Ibnu Saud ini,” kata Maftuh seusai penandatanganan MoU.

Menjawab harapan Menag tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, HA Patabai Pabokori yang mewakili Gubernur Sulsel saat penandatanganan MoU, menegaskan bahwa Pemrpov Sulsel sudah menyiapkan lahan seluas lima hektare di kawasan Daya, Kecamatan Biringkanaya.

“Gubernur sendiri sudah menegaskan siap mempercepat proses berdirinya perguruan tinggi ini. Makanya, kami jamin akan terwujud secepatnya,” tegas mantan Bupati Bulukumba dua periode itu.

Hasil komunikasi kedua belah pihak menyebutkan, peletakan batu pertama ditarget sudah bisa dilaksanakan awal atau pertengahan Februari mendatang. Setelah pembangunan kampus rampung, penerimaan mahasiswa baru bisa langsung dimulai.

Selain karena besarnya respons Pemprov Sulsel, Makassar ditetapkan sebagai salah satu lokasi pembangunan cabang UIIS tidak terlepas dari kedekatan hubungan Lembaga Dakwah Wahdah Islamiyah yang berpusat di Makassar, dengan pemerintah Arab Saudi dan UIIS.

Kesepakatan Sulsel menjadi salah satu lokasi pembangunan cabang, sebenarnya baru dirintis dua pekan lalu. Yaitu, saat Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Abdul Rahman Al Khayyat berkunjung ke Makassar. Ketika itu, Abdul Rahman didampingi Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Zaitun Rasmin Lc.

Zaitun sendiri mengemukakan, salah satu pertimbangan hingga UIIS membuka cabang di Makassar adalah masukan dari Dubes Abdul RAhman bahwa Pemrov Sulsel punya kepedulian yang tinggi. Selain itu, juga didukung tingginya animo masyarakat Sulsel mendalami ilmu Islam.

“Wahdah Islamiyah sebagai lembaga dakwah sangat berterima kasih dengan respons Pemprov Sulsel. Masyarakat Sulsel yang ingin memperdalam ilmu agama di Universitas Islam terbesar, tentu tidak lagi harus ke Arab Saudi,” tandas Zaitun di Jakarta. (*)  Sumber:fajar.co.id

Artikulli paraprakRELAWAN KOMAT PEMBEKALAN DI BULAN SABIT MERAH JAKARTA
Artikulli tjetërPM Turki Sumpah Serapahi Presiden Israel

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini