SEPASANG ANTING BUAT JOGJA

 
Mengisi waktu libur di Makassar, Ustadz Harman Tajang, mahasiswa STIBA yang tugas belajar di International University of Africa, Khartoum-Sudan, mengisi materi pengajian umum yang diselenggarakan oleh Departemen Dakwah Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Dakwah Kampus Mahasiswa Pencinta Mushalla Universitas Hasanuddin (UKM LDK MPM UNHAS ), Kamis, 1 Juni 2006. Acara ini berlangsung sekitar 3 jam, dari pukul 12.00 sampai menjelang shalat Ashar di koridor Fakultas Teknik Unhas ( ikhwan ) dan di Mushalla Aqilah ( akhwat ), depan sekretariat UKM LDK MPM UNHAS dengan mengangkat tema “Mengambil Pelajaran dari Peristiwa-Peristiwa yang Terjadi di Tanah Air“, kemudian dirangkaikan dengan Penggalangan Dana Korban Bencana Gempa Bumi Jogjakarta.

Acara ini mendapat sambutan hangat para mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas di Unhas. Pesertanya mencapai 80 orang, 35 orang di antaranya laki-laki dan 50 orang lainnya perempuan. Mereka begitu antusias mengikuti acara ini walaupun masih musim final ( ujian ).

Ketua Departemen Dakwah UKM LDK MPM UNHAS, Supriandi Karim, menyatakan harapannya dalam pelaksanaan program kerja departemennya, membahas masalah-masalah kontemporer yang disajikan dalam bentuk Pengajian Umum Beliau berharap agar kita semua dapat memahami dam memandang bahwa setiap musibah atau cobaan yang menimpa kita, khususnya bagi saudara-saudara kita di Jogjakarta, semua itu berasal dari Allah. Sehingga kita harus pandai-pandai menginstrospeksi diri atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat selama ini. Oleh sebab itu, segala sesuatunya harus kita kembalikan hanya kepada Allah saja dan bersabar serta bertawakkal kepada Allah dengan hanya memohon pertolongan kepada Allah semata.

Sebelum acara berakhir, tidak lupa pula panitia pelaksana menggalang dana untuk membantu saudara kita yang tertimpa bencana gempa bumi di Jogjakarta dan sekitarnya. Selain antusias mengikuti acara ini, peserta pun tak kalah antusias memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di Yogyakarta. Seorang peserta membuat panitia terkejut dan salut atas bantuannya. Salah seorang peserta Akhwat menyumbangkan sepasang anting emas miliknya, panitia memperkirakan beratnya tidak kurang 1 gram. Hal ini patut menjadi contoh bagi para donatur yang benar-benar peduli terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Yogyakarta.

Selain itu, terkumpul dana berupa uang sebesar Rp. 151.900,-. Dari peserta ikhwan sebesar Rp.51.500,- dan Rp.100.400,- dari peserta akhwat. Dana yang terkumpul telah disalurkan melalui Posko Pusat Tim Penanggulangan Musibah Gempa Jogja-Jateng, Wahdah Islamiyah Makassar ( Yayasan Kemanusiaan Fajar ), Jum’at 2 Juni 2006 bersama dana yang telah terkumpul beberapa hari sebelumnya sebesar Rp. 87.000,- dari ikhwan dan Rp. 260.650,- dari pihak akhwat. Sehingga jumlah dana bantuan berupa uang yang telah disalurkan oleh UKM LDK MPM UNHAS sebesar Rp. 499.550,-.

Rencananya dana bantuan ini akan diserahkan langsung oleh Ketua UKM LDK MPM UNHAS kepada Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah, tapi karena satu dan lain hal yang tak kalah pentingnya, dana tersebut akhirnya diamanahkan kepada salah seorang anggota Departemen Pengembangan Media dan Informasi UKM LDK MPM UNHAS untuk diserahkan ke Posko Pusat Tim Penanggulangan Musibah Gempa Jogja-Jateng, Wahdah Islamiyah Makassar ( Yayasan Kemanusiaan Fajar ).

Artikulli paraprakBerita Pinrang
Artikulli tjetërWalikota resmikan RBBP Wihdatul ummah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini