Allah subhanahu wata’ala berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قِيْلَ لَـكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَـكُمْ ۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ ۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍ ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah 58: Ayat 11)

Ilmu itu yakni mengetahui sesuatu apa adanya dengan benar . Dikatakan ilmu apabila disebutkan secara mutlak dari Al qur’an dan As sunnah ( yang masih diperbincangkan adalah kaifiyahnya/caranya ). Maka ilmu tentang dunia bukanlah disebut ilmu yang mutlak karena masih tergantung bagaimana cara pandang seseorang

Menurut sahabat ibnu umar ilmu adalah Al qur’an , Sunnah dan perkataan Allahu a’lam

Menurut ibnul qoyyim al jauziyah ilmu adalah Allah berfirman , Rasul bersabda dan Sahabat berkata

Keutamaan ilmu

Keutamaan seseorang yang memiliki ilmu dengan benar sesuai dengan Al qur’an dan As sunnah maka ilmu akan menjadi amal jariyah untuknya terlebih jika ilmu tersebut diajarkan
Akan mengalir terus pahala setelah matinya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)

Dan salah satu keutamaan ilmu adalah sebagai pondasi yang kokoh dalam beramal , karena tanpa ilmu semua akan sia-sia . Tidak tahu mana yang wajib,sunnah,harom dan bisa jadi amalanya rusak dikarenakan dia tidak mengetahui bagaimana tata cara ibadah yang diajarkan oleh nabi

Sahabat Ali bin Abi tholib berkata Ilmu lebih utama daripada harta . karena 2 sebab , yakni :

  • Ilmu menjaga kita sedangkan harta kita yang menjaganya
  • Ilmu jika di berikan akan bertambah sedangkan harta akan berkurang

Imam Ahmad bin Hanbal beliau mengatakan bahwa Manusia lebih menbutuhkan ilmu daripada makanan . karena jika makanan hanya dibutuhkan 2/3 kali sehari maka ilmu akan dibutuhkan setiap saat

Imam Al bukhori mengatakan العلم قبل القول و العمل
Yakni berilmu sebelum berbicara dan beramal

Dan sungguh sangat indah apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim,

ولو لم يكن في العلم الا القرب من رب العالمين والالتحاق بعالم الملائكة وصحبة الملأ الاعلى لكفى به فضلا وشرفا فكيف وعز الدنيا والآخرة منوط به ومشروط بحصوله

“Seandainya keutamaan ilmu hanyalah kedekatan pada Rabbul ‘alamin (Rabb semesta alam), dikaitkan dengan para malaikat, berteman dengan penduduk langit, maka itu sudah mencukupi untuk menerangkan akan keutamaan ilmu. Apalagi kemuliaan dunia dan akhirat senantiasa meliputi orang yang berilmu dan dengan ilmulah syarat untuk mencapainya” (Miftah Daaris Sa’adah, 1: 104).

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

فَتَعٰلَى اللّٰهُ الْمَلِكُ الْحَـقُّ ۚ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْاٰنِ مِنْ قَبْلِ اَنْ يُّقْضٰۤى اِلَيْكَ وَحْيُهٗ ۖ وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
“Maka Maha Tinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 114)

Para ‘ulamaa’ mengajarkan pada kita agar selalu berdo’a kepada Allah untuk ditambahkan ilmu yang bermanfaat yang dengan nya kita dapat masuk kedalam surga Allah

Sesuai dengan sabda rasulullah :
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا الى الجنة
Barang siapa yang menapaki jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan menudahkan jalannya dengan ilmu itu menuju surga (Muttafaqun ‘alaih)

Orang yang dipahamkan agama, itulah yang dikehendaki kebaikan.

Dari Mu’awiyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِى الدِّينِ

“Barangsiapa yang Allah kehendaki mendapatkan seluruh kebaikan, maka Allah akan memahamkan dia tentang agama.” (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037). Yang dimaksud fakih dalam hadits bukanlah hanya mengetahui hukum syar’i, tetapi lebih dari itu. Dikatakan fakih jika seseorang memahami tauhid dan pokok Islam, serta yang berkaitan dengan syari’at Allah. Demikian dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Kitabul ‘Ilmi, hal. 21.

Semoga Allah menjadikan kita hambanya yang berilmu dan mempermudah jalan kita untuk mendapatkan ilmu serta semoga Allah mengumpul kita bersama-sama orang yang berilmu di dunia maupun akhirat

Oleh Tegar dovianda putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here