Berikan Hak bayi dengan ASI Ekslusif

Pekan pertama bulan Agustus lalu dicanangkan sebagai Pekan ASI Sedunia (World Breastfeeding Week),

walaupun momen ini sudah lewat, namun dalam kamus kita: “tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik”.Demikian pula halnya dengan pemberian ASI Ekslusif pada enam bulan pertama kehidupan bayi.

Maraknya kasus busung lapar di berbagai daerah di Indonesia rasanya tidak akan terjadi seandainya semua orang tua mendapatan penyuluhan akan manfaat ASI ekslusif selama 6 bulan, hanya saja kadang ASI-nya dirasa tidak mencukupi. Sebenarnya hal ini tidak akan terjadi bila Ibu menguasai teknik menyusui atau mengeluarkan ASI-nya dengan benar. Bagi Ibu yang bekerja atau sebagai pegawai, dilema kembali menghadang setelah waktu cuti tiga bulan berlalu. Apakah pemberian ASI ekslusif diteruskan ataukah cukup di sini saja? Padahal kembali bekerja bukanlah hambatan untuk memberikan ASI ekslusif.
Dengan teknik mengeluarkan ASI yang benar serta penyimpanan yang tepat, si kecil tetap terpenuhi haknya. tak kalah pentingnya dukungan ayah serta lingkungan sekitar.
   
Banyak penelitian yang telah membuktikan kelebihan ASI. Cairan kehidupan ini di tengarai memilii kandungan gizi, nutrisi, dan antibody yang lengkap. Salah satu penelitian yang di lakukan di 6 negara berkembang membuktikan, bayi usia 0-2 bulan yang tidak mendapatkan ASI ekslusif lebih rentan terkena infeksi pencernaan hingga 400%!

Yang dimaksud dengan ASI ekslusif adalah pemberian ASI selama 6 bulan tanpa di campur dengan apapun, termasuk air bening, vitamin dan obat. Bayi yang sakit dan terpaksa harus diberi obat berarti sudah tidak mendapat ASI ekslusif lagi.
Manfaat ASI Bagi Bayi
Kesehatan
Kandungan antibodi yang terapat dalam ASI tetap ampuh di segala zaman, karenanya, bayi yang mendapat ASI ekslusif lebih sehat & lebih kuat di banding yang tidak mendapat ASI. ASI juga mampu mencegah terjadinya kanker kelenjar (imfoma maligna).
ASI juga menghindarkan anak dari busung lapar, sebab komponen gizi ASI paling lengkap, termasuk protein, lemak, karbohidrat, mineral, vitamin, dan zat-zat penting lain yang belum terungkap. Apalagi ASI adalah cairan hidup yang mampu diserap dan digunakan tubuh dengan cepat. Manfaat ini tetap diperoleh meski status gizi ibu kurang.

Kecerdasan
Manfaat berikutnya adalah mencerdaskan akal. Dalam ASI terkandung DHA terbaik. Selain laktosa yang berfungsi untuk proses mielinisasi otak. Seperti diketahui, mielinisasi adalah salah satu proses pematangan otak agar bias berfungsi optimal. Saat Ibu memberikan ASI, terjadi pula proses stimulasi yang merangsang terbentuknya networking antar jaringan. Otak hingga menjadi lebih banyak dan terjalin sempurna. Ini terjadi melalui suara, tatapan mata, etak jantung, elusan, pancaran dan rasa Emosi
Saat disusui, bayi berada dalam dekapan Ibu. Ini akan merangsang terbentuknya Emotion Intelligence (EI).Selain itu ASI merupakan wujud kasih sayang Ibu pada buah hatinya. Do’a dan harapan yang didengungkan di telinga anak selama proses menyusui pun akan mengasah kecerdasan spiritual anak.

Manfaat Memberikan ASI untuk Ibu
Selain bermanfaat untuk Bayi, proses pemberian ASI juga bermanfaat untuk Ibu, berikut ini di antaranya:
Diet Alami
ASI ekslusif adalah diet alami bagi Ibu. Dengan memberikan ASI ekslusif, berat badan Ibu yang bertambah selama hamil akan segera kembali mendekatiberat semula. Naiknya hormon oksitosin selagi menyusui, meyebabkan kontrksi semua otot polos, termasuk otot-otot Rahim. Nah, karena ini berlangsung terus menerus, nilainya kurang lebih sama dengan senam perut. Begitu juga aktivitas bangun malam untuk menyusui si kecil yang haus dan mengganti popok basahnya setara dengan olah raga.

Mencegah Kanker
Jangan salah, ASI bisa mencegah kanker, khususnya kanker payudara. Pada saat menyusui, hormon estrogene mengalami penurunan. Sementara tanpa aktivitas menyusui, kadar estrogen tetap tinggi dan inilah yang diduga menjadi pemicu kanker payudara karena tiak adanya keseimbangan antara hormone estrogen dan progesterone.

Mengurangi Resiko Anemia
Saat memberikan ASI, otomatis resiko pendarahan pasca melahirkan berkurang. Naiknya kadar hormon oksistosin selama menyusui akan menyebabkan semua otot polos mengalami kontraksi. Kondisi inilah yang mengakibatkan uterus mengecil sekaligus menghentikan pendarahan. Perlu di ketahui; pendarahan yang berlangsung dalam tenggang waktu lama merupakan salah satu penyebab Anemia.

Manfaat ekonomis
Dengan menyusui, Ibu tidak perlu mengeluarkan dana untuk membeli susu/ suplemen bagi si kecil. Cukup dengan ASI ekslusif, kebutuhan bayi selama 6 bulan terpenuhi dengan sempurna, selain tak perlu repot-repot mensterilkan aneka peralatan untuk memberikan ASI bagi si kecil.

Jangan Lupa siapkan diri sebelum menyusui
Persiapan mental dan fisik yang cukup membuat proses menyusui menjadi mudah dan menyenangkan.
Proses menyusui sebaiknya sudah di persiapkan jauh hari sebelum melahirkan. Ini penting supaya Ibu benar-benar siap, baik secara mental maupun fisik. Kesiapan ini akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI, berikut ini beberapa hal yang harus dipersiapkan:
Niat
Niat adalah kunci sukses untuk memberikan ASI ekslusif. Dengan niat bulat, Ibu akan berfikir optimis. Dari sini terbentuk energi positif yang akan mempengaruhi kesiapan semua organ menyusui sehingga ASI pun bisa lancar, lebih dari itu seorang Muslimah memberika ASI kepada bayinya sebagai bagian dari pelaksanaan kalamullah ‘Azza wa Jalla yang Insya Allah jika di laksanakan untuk mendapatkan ridha Allah, maka ia senantiasa dihukum beribadah kepada Allah; (QS. Al BaqArah : 233)

Hilangkan Stress
Usahakan selalu berfikir positif tentang kehamilan. Seandainya ada masalah, konsultasikan pada dokter kandungan. Kehamilan hendaknya jangan sampai memenjarakan Anda. Lakukan semua hal yang menyenangkan selama hamil. Hal ini sangat penting untuk menjaga ketenangan batin karena perasaan tenang dan bahagia berpengaruh pada produksi ASI.

Pijat Payudara
Pijat payudara sangat baik sebagai persiapan sebelum menyusui. Rangsanglah secara lembut dan pelan kedua putting susu dengan tangan. Buatlah gerakan memutar dan lakukan beberapa kali dalam sehari. Konsultasikan aktivitas ini dengan Dokter kandungan, sebab pada kasus tertentu tindakan ini pantang dilakukan, terutama untuk ibu yang pernah melahirkan bayi premature.

Penuhi Gizi Ibu Hamil dan Menyusui
Kebutuhan gizi Ibu meningkat saat hamil dan menyusui. Selain untuk Ibu, janin pun membutuhkan pasokan gizi yang tidak sedikit. Itulah sebabnya, asupan makanan yang di komsunsi Ibu harus menganut pola makan gizi yang cukup seimbang. Sumber tenaga di dapat dari karbohidrat; sumber pembangun ada di protein; sedangkan sumber pengatur dan pelindung terdapat pada vitamin dan mineral dari sayur dan buah-buahan. Perhatikan juga pola makan dan usahakan selalu untuk mengkomsumsi makanan sehat saat hamil tidak hanya penting untuk janin, tapi juga mempengaruhi kualitas ASI kelak.

Ciptakan Gaya Hidup Sehat
Tujuannnya agar kehamilan dan persalinan berlangsung lancar dan janin pun berkembang optimal. Hindari makanan dan minuman yang mengandung kafein dan alkohol, serta jauhi asap rokok. Agar stamina tubuh terjaga, lakukan olahraga secara teratur. Tentu saja bukan olahraga yang berat dengan gerakan menghentak, tetapi olahraga ringan seperti berenang atau jalan pagi. Kondisi Ibu yang sehat turut meningkatkan produksi ASI.

PERHATIAN!
ASI terpaksa tidak di berikan secara teratur jika…
1. Ibu terinfeksi HIV, TBC aktif dan Hepatitis aktif
2.  Puting Ibu terlalu masuk sehingga tak mungkin di isap bayi dan menghambat pemberian ASI. Pada beberapa kasus masih bisa diatasi. Hanya perlu waktu bagi bayi untuk bereksplorasi dan belajar mengisap pada puting payudara Ibu dengan kondisi seperti itu. Toh, bentuk puting seperti apapun, semestinya tidak sampai mengusik reflaks Isap yang merupakan refleks dasar bayi.
3. Si bayi karena beberapa sebab harus mendapat perawatan terpisah dari Ibunya dalam jangka waktu lama. Bayi seperti ini tetap di mungkinkan mendapat ASI, meski tentu saja sudah tidak ekslusif lagi. Si bayi pun butuh waktu lebih lama untuk belajar mengisap ASI langsung Dari Ibunya. Namun seperti kata pepatah, ‘Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali”.

Tim RBBP Wihdatul ‘Ummah
Telp. 0411-443736
5701471

Artikulli paraprakPesantren Umar Bin Abdul Azis Enrekang
Artikulli tjetërKhadijah Binti Khuwailid Radhiyallahu Anha

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini