Yahudi dikenal sebagai salah satu agama samawi, memiliki Nabi dan kitab suci. Penamaan “Yahudi” mulai ketika mereka bertaubat dari menyembah anak sapi. Mereka berkata, “Sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau.” (QS. Al-A’raf: 156). Artinya, kami bertaubat dan kami kembali kepada-Mu.

Menurut sebuah riwayat, mereka dinamakan Yahudi karena mereka bergerak-gerak (yatawahhad) ketika membaca Taurat. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka dinamakan Yahudi dinisbatkan kepada Yehuda, anak keempat Nabi Ya’qub.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersentuhan dengan kaum Yahudi ketika telah hijrah ke Madinah. Nabi memperlakukan mereka dengan baik. Beliau membuat kesepakatan dengan mereka dan menjamin keselematan nyawa dan harta mereka, serta mengajak mereka masuk Islam agar mereka selamat dari sesatnya kemusyrikan. Namun, mereka mengingkari perjanjian tersebut.

Yahudi Bani Qainuqa adalah Yahudi pertama yang mengingkari perjanjian dengan Rasulullah. Pemicunya adalah ada seorang muslimah datang ke pasar Bani Qainuqa. Ia duduk di depan salah seorang pengrajin perhiasan. Pengrajin  Yahudi itu merayunya agar membuka cadar yang dipakainya, tapi Muslimah itu menolak. Lalu ia mengambil ujung hijab si Muslimah dan mengikatkannya ke punggungnya. Ketika Muslimah itu berdiri, tersingkaplah auratnya. Orang-orang Yahudi lainnya menertawakan kejadian tersebut.

Tidak terima dilecehkan, si Muslimah berteriak minta tolong. Mendengar teriakannya, seorang lelaki muslim segera menerjang dan membunuh pengrajin Yahudi tadi. Melihat itu, orang-orang Yahudi balik membunuh si Muslim. Mendengar berita kematian seorang Muslim di pasar Bani Qainuqa, keluarga korban menuntut pertanggung jawaban orang-orang Yahudi.

Berita itu juga sampai ke telinga Rasulullah. Beliau menganggap Bani Qainuqa telah melanggar perjanjian dengan kaum Muslimin. Kaum Muslimin belum lama memenangi Perang Badar melawan kaum kafir Quraisy sehingga kepercayaan diri mereka meningkat serta membuat gentar musuh-musuh mereka. Orang-orang Yahudi Bani Qainuqa yang terkenal ahli membuat pedang tidak mampu berbuat banyak dan hanya berlindung dalam benteng-benteng mereka yang kokoh.

Setelah lima belas malam terkepung oleh pasukan kaum Muslimin, mereka menyatakan diri menyerah dan menerima konsekuensi telah melanggar perjanjian. Rasulullah menawan laki-laki dari Bani Qainuqa, tapi Abdullah bin Ubay, tokoh Khazraj yang memiliki hubungan baik dengan Bani Qainuqa, meminta kepada Rasulullah agar membebaskan mereka. Rasulullah menerima saran gembong munafik itu, beliau membiarkan semua Yahudi Bani Qainuqa meninggalkan Madinah. Mereka menuju Syam dan menetap di sana. Dengan demikian, Bani Qainuqa menjadi Yahudi pertama yang terusir dari Madinah akibat melanggar perjanjian dengan kaum Muslimin.

Penulis: Mahardy Purnama

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here