Bahasa Arab Perlu Mendapatkan Perhatian Lebih

Bahasa Arab merupakan bahasa kaum muslimin yang universal dan bahasa Kitab Suci Al Quran. Dalam Alqu’ran Allah Subhaanahu Wata’ala menyampaikan sendiri dalam firmannya, bahwa Al Quran diturunkan dalam bahasa arab agar mudah dipahami (QS. Yusuf). Akan tetapi dalam kenyataan di masyarakat, kepedulian terhadap bahasa Al Quran ini belum mendapat porsi yang sepantasnya.

 “Bahasa Arab ini akrab dengan kaum muslimin, mulai dari Doa, Dzikir, Bacaan sholat yang setiap hari kita baca, itu semua menggunakan bahasa Arab. Sehingga semestinya memberikan perhatian dan mampu berbahasa Arab,”ungkap Direktur Ma’had ‘Aly al Wahdah Ustadz Ilham Jaya Abdurrauf, Lc saat membuka Lokakarya Nasional “ Menuju Pesantren Unggul Berbasis Ilmu Islam dan Bahasa Arab”, yang digelar Ma’had ‘Aly Al Wahdah, Ahad 27/6 di Gedung LAN Antang Makassar.

 

Ustadz menambahkan bahwa acara ini merupakan bagian dari tanggung jawab lembaga pendidikan di bawah Yayasan Pesantren Wahdah Islamiyah ini untuk menghidupkan bahasa Arab di tengah-tengah kaum muslimin sehingga masyarakat bisa lebih agamis dan lebih memahami pedoman hidupnya. Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi keilmuan dari Program Ma’had ‘Aly Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dr.Muhammad Thayyeb

Dosen Senior lembaga Ilmu  Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta Dr.Muhammad Thoyyib  yang berasal dari Sudan ini menjadi pemateri pertama, memaparkan suatu Buku Panduan pengajaran Bahasa Arab “Silsilah al Lugoh al Arabiyah” . Buku ini sudah diterapkan di LIPIA Jakarta dan beberapa sekolah tinggi Islam di Indonesia. Syaikh yang merupakan salah satu Tim penyusunnya, mengungkapkan bahwa nilai plus buku pembelajaran bahasa arab ini adalah  selain belajar tentang kaedah bahasa arab juga sekaligus sudah ada pengenalan dasar pelajaran Hadis, Tafsir dan bahan untuk pelajaran lanjutan lainnya.

 

Yusring Sanusi Baso, SS, M.Ed

Pemateri kedua, adalah Ketua Divisi e-Learning Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Unhas,  Yusring Sanusi Baso, S.S, M.Ed membawakan materi Peran ICT dalam pembahasan bahasa Arab Teknologi Informasi dan Komunikasi. Dosen Jurusan Sastra Asia Arab Unhas ini memaparkan sistem pembelajaran jarak jauh e-learning dan Program Pembelajaran Multimedia Interaktif Untuk Bahasa Arab dengan nama Computer Assisted Language Learning (Call). Program Call ini dapat mengembangkan kompetensi bahasa arab dalam tata bahasa, pengembangan kosa kata, kemahiran membaca, kemahiran mendengar dan kemahiran berbicara secara formal.

Lokakarya ini dibuka oleh Kepala Kementerian Agama Kota Makassar Drs.Abd.Wahid, SH, MH, diikuti oleh utusan pengajar Bahasa Arab dari berbagai Pesantren, lembaga pendidikan dan perguruan tinggi Islam di Sulsel dan peserta dari luar daerah,diantaranya dari Tarakan, Kendari dan Samarinda.

 

 

Dalam Sambutannya, Kepala Kementerian Agama, memberikan apresiasi positif terhadap Wahdah Islamiyah yang dapat menagkap secara cermat fenomena yang terjadi di tengah masyarakat, sudah banyak terjadi pergeseran nilai. diharapkan dengan lokakarya ini dapat memberikan konstribusi mengadakan perubahan karakter, dan menjadi penyejuk kepada Umat.

 

Kepala Kementerian Agama Kota Makassar

Di Akhir sambutannya,Kementerian Agama berharap ke depannya ada program-program yang bisa dijajaki untuk kerjasama dengan Wahdah Islamiyah dalam hal dakwah dan pembinaan di Kota Makassar.

Lokakarya dilanjutkan pada hari Senin, 28/6 diisi oleh Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UIN Alauddin Drs.Hading M,Ag di Kampus Ma’had ‘Aly al Wahdah di Manggala Antang.

 

Artikulli paraprakDewan Syariah Himbau Shalat Gerhana Bulan Malam Ini
Artikulli tjetërBahasa Arab Perlu Perhatian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini