Assalamu’alaikum.
Orang tua saya sudah berumur hampir 50 tahun, tapi mereka selalu bertengkar. Ayah saya orang yang tidak jujur dalam memberi nafkah kepada keluarga. Semakin ibu saya bekerja keras membantu ekonomi keluarga untuk menyekolahkan kami, ayah saya semakin lalai dalam memberi nafkah kepada ibu saya. Terkadang, jika ayah mendapat uang hasil kerjanya, ia tidak memberikan kepada ibu saya, tetapi ayah saya marah jika ibu mulai mengeluh karena pengeluaran semakin banyak sedangkan ibu harus menanggungnya sendiri.

Mohon sarannya ustadz, apa sebenarnya yang terjadi pada keluarga saya ini, dan doa apa agar orang tua saya tidak terus-terusan bertengkar? Terima kasih sebelumnya ustadz. Wassalamu’alaikum
Rahma – Pontianak

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…

Alhamdulillah, dan semoga selawat dan salam senantiasa tercurahkan atas Nabi kita, Muhammad, keluarga dan para sahabat beliau.

Saudari seiman -yang semoga senantiasa diberikan hidayah oleh Allah-! Terima kasih atas kepercayaan Anda kepada Kami dalam rangka meminta saran dan arahan terkait problem yang menimpa Anda.

Pertama: Kewajiban memberi nafkah pada keluarga Anda tentunya menjadi tanggung jawab ayah Anda. Allah Ta’ala berfirman:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا
Artinya: “Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 233).

Kedua: Ketahuilah bahwa yang terjadi pada keluarga Anda juga terjadi pada keluarga yang lain dengan ragam faktor dan kondisi. Oleh karena itu, yakinlah bahwa ini merupakan salah satu cobaan dan ujian dari Allah Ta’ala bagi keluarga kalian yang pasti memiliki hikmah dan solusi atasnya. Semoga Allah Ta’ala memberikan kesabaran sekaligus solusi yang tepat agar kalian bisa keluar dari problem ini.

Ketiga: Ketahuilah bahwa bila ayah Anda yang menjadi pemberi nafkah itu memang kikir dan enggan memberi nafkah yang mencukupi, maka boleh bagi kalian semua untuk mengambil hartanya secukupnya tanpa sepengetahuannya, sebagaimana yang disarankan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam kepada Hindun binti Utbah radhiyallahu’anha tatkala mengeluhkan suaminya, Abu Sufyan radhiyallahu’anhu yang agak kikir dalam memberinya nafkah. Beliau bersabda padanya, “Ambillah hartanya secara baik (tanpa sepengetahuannya) dengan kadar yang cukup untuk dirimu dan anak-anakmu.” (HR Bukhari).

Keempat: Adapun solusi yang mungkin bisa Anda lakukan agar mengembalikan hati ayah Anda untuk menafkahi kalian semua secara baik adalah:

1- Banyaklah berdoa kepada Allah Ta’ala agar membukakan pintu hati ayah Anda, memberinya hidayah, dan mengakurkan kedua orang tua Anda. Pilihlah waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa, utamanya dalam shalat malam Anda di sepertiga malam terakhir. Adapun doa khusus, maka tidak ada, dan Anda boleh berdoa dengan doa apa saja dalam bahasa Indonesia. Semoga Allah Ta’ala mengabulkan doa-doa Anda, karena yakinlah bahwa di antara doa yang sangat dikabulkan Allah adalah doa orang tua untuk anak-anaknya dan doa seorang anak untuk kedua orang tuanya.

2-Hendaknya Anda sebagai salah seorang putri di keluarga Anda menjadi media pendamai antara ayah dan ibu Anda. Mohonlah pada ayah Anda untuk memperhatikan nafkah Anda sekeluarga. Juga mohonlah agar kedua orang tua Anda akur dan tidak suka bertengkar. Atau tempuhlah jalan musyawarah dengan ayah dan ibu Anda. Bicara dari hati ke hati, agar problem tersebut bisa diselesaikan secara bersama, sehingga sang ayah bisa kembali memberikan kalian nafkah secara rutin dan mencukupi. Anda atau saudara-saudari Anda harus berani mengambil langkah ini, karena kalianlah orang-orang terdekat yang bisa menyelesaikan problem keluarga kalian, bukan orang lain.

3-Bila tidak ada solusi lain dan ayah Anda terus bersikeras, maka berusahalah untuk meminta pada kakek Anda, atau paman-paman atau bibi-bibi Anda yang kemungkinan besar saran dan nasihat mereka akan didengar oleh ayah Anda.

4-Bila ayah Anda juga tak bergeming, maka jalan terbaik bagi Anda adalah bersabar, sembari terus berdoa dan berusaha menyadarkan ayah Anda dengan berbagai cara baik secara langsung atau secara tidak langsung. Semoga beliau di berikan hidayah oleh Allah, dan kedua orang tua Anda menjadi akur seperti sedia kala. Aamiin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Dijawab oleh Ustadz Maulana La Eda, Lc, MA
(Alumni S2 Fakultas Hadist Universitas Islam Medinah Munawwarah & Kandidat Doktor Hadist UIM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here