Setelah kami hadirkan terjemahan “Syarhu Ushulil Iman” yang merupakan salah satu muqarrar materi Kajian Aqidah Islamiyah. Maka sekarang ini kami akan sajikan secara bersambung (Insya Allah) AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH untuk memperkaya muqarrar kajian Aqidah lainnya (Mujmal Ushuli Ahlis Sunnah wal Jama’ah fil “Aqidah) . Selamat mempelajari semoga kita digolongkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kedalam golongan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

1-DEFINISI AQIDAH AHLUS-SUNNAH WAL-JAMA’AH

A. Definisi aqidah

a. Etimologi Aqidah
Aqidah menurut bahasa (etimologi) berasal dari kata ( العقد) yang bermakna الربط والشد بقوة atau ikatan dan simpul yang kuat, juga dapat bermakna sumpah yang tegas dan perjanjian yang kuat.
b. Terminologi Aqidah
Aqidah menurut istilah yang umum bermakna : keyakinan yang kuat dan keputusan yang tegas yang tidak dapat dirubah dan dimasuki keraguan atas apa yang diyakininya.
Adapun aqidah islamiyah maka dia berarti keyakinan yang kokoh terhadap Allah ta’ala, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari kiamat dan kadar baik ataupun buruk dan keyakinan yang kuat terhadap semua yang datang dari Al-Qur’an dan Sunnah yang shahihah yang berkaitan dengan prinsip-prinsip dasar dien islam atau perintah-perintah Allah dan informasi-informasi yang disampaikan-Nya didalam al-qur’an atau yang telah merupakan ijma’ para salafus shalih dan menyerahkan diri kepada Allah dalam segala perintah-perintah dan putusan-Nya serta syari’at dan qadar dan tunduk kepada Rasulullah dangan penuh ketaatan, ittiba’ kepadanya serta menjadikannya sebagai hakim pemutus perkara mereka.

B-Defenisi Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

a-Ahlu berarti shahib atau pemilik, pemegang.
b-As Sunnah;
1. Secara bahasa:
As-sunnah bermakna الطريقة و السيرة محمودة كانت أو مذمومة yaitu : metode, kebiasaan, perjalanan hidup atau perilaku baik terpuji maupun tercela.

عن جبير بن عبد الله –رضي الله عنه- عن النبي-صلىالله عليه وسلم-قال:من سن سنة في الإسلام سنة حسنة فله أجرها وأجر من عمل بها بعده من غير أن ينقص من أو زارهم شيئ (رواه مسلم في صحيحه)

Artinya : Barang siapa yang melakukan didalam islam jalan/contoh (sunnah) yang baik maka baginya pahala dan pahal orang yang mengamalkannya sesudahnya tanpa mengurangi pahala dari orang-orang tersebut sedikit pun. Dan barang siapa yang melakukan didalam islam jalan/contoh (sunnah) yang tidak baik maka atasnya dosa dan dosa orang-orang yang mengamalkannya sesudahnya tanpa mengurangi dari dosa-dosa mereka sedikitpun.

2. Secara syar’i :

الهدي الذي كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم و أصحابه، علما واعتقادا و قولا وعملا وتقريرا

Yaitu : petunjuk yang telah dijalani Rasulullah Sallallahu “Alaihi Wasallam dan para sahabatnya, berupa amalan, keyakinan, perkataan, ilmu dan taqrir (persetujuan)

atau definisi lain yaitu:

كل ما أضيف إلى النبي صلى الله عليه وسلم من قول أو فعل أو تقرير أو صفة خلقية أو خلقية أو سيرة سواء كان قبل البعثة أو بعدها.

Yaitu : semua yang disandarkan kepada Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam berupa perkataan, perbuatan atau persetujuan, sifat fisik dan akhlak, baik sebelum diutus ataupun sesudahnya.

c- Al-jama’ah;
1. Secara bahasa:
Secara etimologi Al-Jama’ah bermakna

هم القوم الذين اجتمعوا إلى أمر ما

: Suatu kaum yang berkumpul/bersepakat atas suatu perkara.
2.Secara istilah :

جماعة المسلمين وهو سلف هذه الأمة من الصحابة والتابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين الذين اجتمعوا على الحق الصريح من كتاب الله وسنة رسوله وساروا على ما كان عليه رسول الله صلى الله عليه وسلم ظاهرا و باطنا سواء كان فردا أو جمعا.

Yaitu jamaah kaum muslimin yakni pendahulu (salaf) umat ini dari kalangan para sahabat, tabi’in dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan jalan yang baik hingga hari kiamat yang semuanya berkumpul diatas kebenaran yang jelas yaitu kitabullah dan sunnah Rasulullah r serta mereka berjalan diatas jalan Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam secara zhahir dan bathin baik secara individu maupun kolektif.

Jadi ahlus sunnah wal jama’ah adalah :

هم المتمسكون بسنة رسول الله صلى الله عليه و سلم و لأصحابه ومن تبعهم و سلك سبيلهم في الاعتقاد والقول والعمل والذين استقاموا على الاتباع و جانبوا الابتداع وهم باقون ظاهرون منصورون إلى يوم القيامة فاتباعهم هدى وخلافهم ضلال.

Mereka yang berpegang teguh dengan sunnah Nabi Sallallahu ‘Alaihi Wasallam dan sunnah para sahabatnya yang mengikuti jalan dan jejak mereka dalam keyakinan, perkataan dan perbuatan serta beristiqamah (komitmen) diatas ittiba’ (mengikuti sunnah) dan menjauhi ibtida’ (perkara-perkara bid’ah) dan mereka akan senantiasa eksis dan tertolong hingga hari kiamat, maka siapa yang mengikuti mereka akan mendapatkan petunjuk dan siapa yang menyelisihinya akan tersesat .

Artikulli paraprakTAHAPAN PERLUASAN DAKWAH DI DAERAH
Artikulli tjetërPelatihan Kurikulum Berbasis Kompetensi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini