Apotek Wahdah Farma dan Praktek Bersama
(Keramahan berbingkai Syariah)

 

Apotek Wahdah Farma diresmikan oleh Bapak Walikota Makassar (Bapak Amiruddin Maula, SH.) pada 12 April 2002 M lalu. Apotek yang berlokasi di Jl. Abd. Dg. Sirua No. 54  Makasssar ini merupakan salah satu unit usaha yang dibawahi oleh Departemen Pengembangan Usaha (DPU) Wahdah Islamiyah yang bergerak di bidang pelayanan kesehatan khususnya bidang obat-obatan dan perbekalan Farmasi.

Apotek Wahdah Farma pada awalnya telah beroperasi sejak tahun 2002 dengan modal awal 30 juta rupiah dan gedung yang masih berstatus kontrak. Alhamdulillah dalam pertumbuhan dan perkembangannya selama kurang lebih 5 tahun ahirnya telah memiliki aset diatas 100 juta. Selain itu kepercayaan para distributor semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan volume obat yang diberikan maupun jumlah distributor. Hal yang paling penting adalah minat dan dukungan dari jamaah  serta masyarakat yang cukup  tinggi.

Dalam upaya pengembangannya, pengelola menghadapi berbagai macam kendala baik intern maupun ekstern. Faktor intern terkait status pegawai yang sering berganti, profesionalisme, modal terbatas dan tingkat kesejahteraan dari pengelola yang masih rendah. Secara ekstern, tingkat  persaingan dalam dunia apotek sangat tinggi, serta kebijakan  farmasi yang sering dilanggar oleh pesaing.
Alhamdulillah atas kerjasama beberapa investor yang memberikan kepercayaan kepada pengelola dengan melakukan penyertaan modal sebanyak 50 juta rupiah. Disamping perombakan manajemen yang lebih progresif akhirnya dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik.

Dengan bantuan modal dan pengelolaan yang optimum dari dari seorang manager (Ummu Iffah/ Seniwati Muin,S.Si.,Apt)-setelah pertolongan Allah SWT- kini apotek Wahdah Farma bisa memiliki omzet 55-60 juta perbulan dan telah berhasil mengembalikan seluruh penyertaan dana sebanyak 50 jt.

Apotek Wahdah Farma terus berupaya meningkatkan omzet dan tetap memberikan pelayanan terbaik dengan harga bersaing dan didukung oleh tenaga Apoteker dan asisten yang handal. Meningkatnya omzet apotek wahdah Farma sangat didukung oleh kesadaran jamaah Wahdah Islamiyah untuk turut memanfatkan Apotek Wahdah Farma dalam transaksi dan informasi obat serta mengarahkan simpatisan dan warga masyarakat untuk memaksimalkan fungsinya sebagai apotek yang familiar dengan masyarakat  dan harga obat yang cukup bersaing. Selain itu dukungan tim medis dan kader-kader medis Wahdah Islamiyah juga sangat berperan dalam mensosialisasikan apotek Wahdah Farma kepada pasien dan masyarakat.

Hal lain yang menjadi faktor pemacu dalam pengembangan apotek Wahdah adalah model pelayanan yang terbaik dan sesuai dengan syariah. Termasuk pusat pengobatan As-syifaa sebagai penunjang Apotek wahdah yang terus berupaya memberikan pelayanan secara profesional dan senantiasa memperhatikan aspek syariahnya.

Oleh karena itu Apotek Wahdah Farma kemudian membuka Praktek Bersama As-Syifaa yang bertujuan agar dapat memberikan pelayanan maksimal kepada anggota Wahdah Islamiyah dan masyarakat pada umumnya. Selain menjadi salah satu sumber pendapatan jam’iyyah (organisasi), praktek bersama As-syifaa juga dapat menjadi solusi bagi kader untuk mengaktualisasikan ilmu dan pengetahuan yang selama ini diperoleh dari bangku kuliah atau dari pengalaman bekerja ditempat lain. Dan yang terpenting, dapat menjadi salah satu sarana dakwah ditengah-tengah masyarakat bahwa Wahdah Islamiyah memiliki manhaj Islam yang jelas dan sesuai syari’at dalam kehidupan sehari-hari.

Di masa yang akan datang seiring dengan visi Wahdah Islamiyah tahun 2015 maka Apotek Wahdah Farma sedang membenahi diri dengan membuat pola panduan yang dapat digunakan untuk mendirikan cabang-cabang apotek Wahdah diseluruh daerah binaan diseluruh Indonesia. Hal ini bukanlah hal yang mustahil karena Wahdah Islamiyah memiliki kader dengan SDM dalam bidang kesehatan yang cukup, khususnya Apoteker. dan asisten apoteker

Secercah harapan dari pengelola dan pegawai semoga anggota jamaah dan simpatisan senantiasa mendukung dan mendoakan agar Apotek Wahdah Farma bisa tetap eksis dan berkembang sehingga di setiap cabang provinsi dapat didirikan apotek Wahdah Farma Cabang. Amin ya Rabbal a’lamin.
 

Artikulli paraprakKita Butuh ‘Laki-laki’
Artikulli tjetërPesantren Al Iman Sidrap

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini