Assalamualaikum, Mohon bantu doanya ustadz agar saya mendapatkan pekerjaan yang baik menurut Allah ta’ala karena saya masih belum mendapatkan pekerjaan sejak 2 bulan terakhir karena di PHK. Saya mempunyai seorang isteri & 3 orang anak yang masih membutuhkan kebutuhan sehari-hari serta seorang Ibu yang menjadi tanggung jawab saya selaku anak paling tua. Mohon berikan saya nasihat/mungkin amalan yang membuat Allah ta’ala dapat mengabulkan permohona saya. Lebih kurangnya saya ucapakan terima kasih semoga ustadz & keluarga Allah ta’ala pelihara iman islamnya & dimudahkan segala urusannya. Aamiin Allahumma Aamiin, Waalaikum salam.

Nama: Wahyu
Kota/kabupaten: Jakarta Timur

Jawaban:
✍️ Dijawab oleh: Ust. Sirajuddin Qasim, Lc., M.H.
(Ketua Komisi Rukyat dan Falakiyah Dewan Syariah Wahdah Islamiyah)

Wa alaikumssalam wa rahmatullah wa barakatuh.
Pertama-tama kami mendoakan semoga Allah Ta’ala memberikan anda kesabaran dan mengganti pekerjaan anda dengan pekerjaan yang lebih berberkah serta melapangkan rezeki anda. Amin!

Tidak dipungkiri bahwa mencari nafkah bukan sekadar menunaikan kewajiban namun ia merupakan aktifitas yang sangat mulia dan berpahala sangat besar bahkan melebihi pahala infak dan sedekah lainnya. Nabi shallallhu alaihi wasallam bersabda:
دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ فِى رَقَبَةٍ وَدِينَارٌ تَصَدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ وَدِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ أَعْظَمُهَا أَجْرًا الَّذِى أَنْفَقْتَهُ عَلَى أَهْلِكَ
“Satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infakkan untuk memerdekakan seorang budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada satu orang miskin, dan satu dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu, yang pahalanya paling besar adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu. (HR. Muslim no. 995).

Apa lagi menafkahi orang tua sendiri seperti ibu kandung, selain hukumnya wajib ketika ia membutuhkan nafkah itu, sungguh sebuah keberuntungan besar ketika Allah memberi kesempatan kepada seorang anak untuk berbakti kepada ibunya yang merupakan salah satu pintu surgaNya terutama ketika ia telah berumur tua.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
رغمَ أنفُ ، ثم رغم أنفُ ، ثم رغم أنفُ قيل : من يا رسولَ اللهِ ! قال : من أدرك أبويه عند الكبرِ ، أحدَّهما أو كليهما فلم يَدْخلِ الجنةَ

“Kehinaan, kehinaan, dan kehinaan“. Para sahabat bertanya: “siapakah wahai Rasulullah?”. Nabi menjawab, “Orang yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup ketika mereka sudah tua, baik salah satunya atau keduanya, namun orang itu tidak masuk surga” (HR. Muslim no. 2551)

Di samping berusaha dengan sungguh-sungguh mencari nafkah yang halal disertai dengan tawakal, berdoa adalah kunci utama dalam mencari rezeki, namun tentunya dengan memperhatikan syarat-syarat dan adab-dabnya, yaitu:

1. Ikhlas, tidak berbuat syirik kepada Allah.
Memilih waktu-waktu yang mustajab, seperti ketika turun hujan, sepertiga malam terakhir, ketika azan dikumandangkan, dan pada akhir-akhir shalat.

2. Menghadap kiblat dalam keadaan suci (tidak berhadats) dengan merendahkan diri sambil menengadahkan kedua tangan ke atas langit dan mengawali doa dengan pujian kepada Allah serta shalawat kepada Nabi-Nya.

3. Menghadirkan hati saat berdoa dan menyadari bahwa berdoa itu sendiri adalah sebuah ibadah yang berpahala.

4. Bertawasul dengan menyebut nama Allah Yang Mulia yang relevan dengan doa yang dipanjatkan.

5. Tidak tergesa-gesa dalam berdoa, tidak bosan mengulanginya dan tidak pernah putus asa.

6. Berbaik sangka dan yakin bahwa Allah pasti akan mengabulkannya.

Di samping itu, harus pula menghindari hal-hal yang dapat menghalangi terkabulkannya doa, seperti mengkonsumsi makanan yang haram, mencari nafkah yang haram atau dengan cara-cara yang haram.
Wallahu Ta’ala A’lam.

📲 Pertanyaan dikirim melalui aplikasi Tabik Ustaz ➡ https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tabik
atau ke https://wahdah.or.id/konsultasi-agama/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here