ASTANA, KAZAKHSTAN, wahdah.or.id – Andi Subhan Husain yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa tahun terakhir di Fakultas Hukum dan Ilmu Politik King Saud University berhasil mengharumkan nama bangsa dengan meraih juara pertama pada Policy Solutions to Humanitarian Crises Impact Challenge by UNHCR dalam ajang Harvard Project for International Relation (HPAIR) 2019.

Pada ajang tersebut, Andi Subhan bekerja sama dengan empat anggota timnya; dari USA yang sedang menempuh pendidikan di The University of Tokyo, dari United Arab Emirates University dan dua delegasi dari India; satu bekerja sebagai konsultan untuk The Hon. Chief Minister’s Office di pemerintah India dan satu lagi bekerja di media.

Solusi kebijakan publik yang diajukan sehingga berhasil menjadi pemenang pertama adalah menjawab isu pendidikan untuk anak-anak para pengungsi. Tim ini berhasil meyakinkan dewan juri dari UNHCR tentang darurat akses pendidikan yang setara antara anak-anak pengungsi dan yang lainnya, baik pendidikan tingkat dasar, tingkat lanjutan ataupun pendidikan menengah atas.

Subhan beserta timnya memberi nama proyeknya dengan sebutan “Noor”.

‘Noor’ menurut Subhan menyambungkan antara pelajar lokal dengan anak-anak para pengungsi bahkan pada tahapan berikutnya meyambungkan anak-anak para pengungsi dengan para pelajar di seluruh dunia. “Karena ilmu adalah cahaya, maka dengan ilmulah kita bisa menerangi kegelapan dunia dari kebodohan dan ketidakadilan,” ujar Subhan menjelaskan Filosofi Projectnya.

“Dengan cahaya ilmu, semoga kita bisa mewujudkan perdamaian dunia,” lanjut Subhan yang pernah mengenyam pendidikan di STIBA Makassar.

HPAIR adalah proyek tahunan yang diadakan oleh Harvard University setahun dua kali, yaitu di Amerika dan Asia. Didirikan sejak tahun 1991, HPAIR telah menyelenggarakan 55 konferensi di 12 negara tuan rumah yang berbeda. Untuk pelaksanaan di Amerika, acara diadakan di Harvard University, sedangkan untuk pelaksanaan di Asia tergantung dari negara mana yang menang bidding. Biasanya HPAIR yang diadakan di Harvard berlangsung sekitar awal tahun, sedangkan HPAIR yang di Asia sekitar pertengahan tahun. Untuk tahun 2019 ini, dilaksanakan di Nur-Sultan (Astana), Kazakhstan pada tanggal 16 – 20 Agustus 2019. Kazakhstan adalah jantung Asia Tengah, memiliki lokasi geopolitik yang sangat strategis antara Uni Eropa, Rusia dan China.

Forum HPAIR sebagai wadah pertukaran bagi pelajar dan profesional muda untuk berdiskusi serta memahami isu terkini di bidang ekonomi, politik, dan sosial yang yang dihadapi oleh masyarakat kawasan Asia-Pasifik. Tahun ini, HPAIR memiliki 6 trek yang terdiri dari Social Policy and Justice; Art, Media, & Culture; Governance & Geopolitics; Technology & Innovation; Energy & Environmental Sustainability; dan Global Markets & Economy.

Seleksi untuk mengikuti kegiatan ini sangat kompetitif, ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Mulai dari english proficiency dari internal kampus apalagi Andi Subhan setiap hari berbahasa arab di kelas, seleksi berkas, penulisan esai, seleksi wawancara hingga persiapan visa dan sponsor setelah menerima surat undangan. Andi Subhan terpilih sebagai salah satu dari (sekitar) 500 delegasi dari 60-an negara di dunia pada trek Social Policy and Justice.

Adapun delegasi Indonesia yang mengikuti HPAIR Asia 2019 sebanyak 9 orang yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, Universitas Parahyangan, Politeknik Caltex Riau dan Andi Subhan yang juga pernah menjadi koordinator komisi politik PPI Dunia periode 2016-2017 menjadi delegasi Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di Luar Negeri.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here