Alqur’an Dan Akhlak Mulia

Date:

Alqur’an Dan Akhlak Mulia

Dalam Islam, akhlak dan moralitas adalah perkara yang sangat diperhatikan, begitu banyak penggambaran tentang tingginya  kedudukan akhlak di dalam Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, artinya: “Sesungguhnya orang yang paling baik di antara kalian adalah orang yang paling bagus akhlaknya” (HR. Bukhari dan Muslim)  dan beliau juga bersabda, artinya: “Sesungguhnya seorang mukmin akan bisa mencapai derajat orang yang puasa dan shalat malam dengan akhlaknya yang mulia.” (HR. Abu Dawud). Dalam Hadits yang lain Rasulullah pernah menegaskan, artinya “Sesungguhnya semua agama itu memiliki akhlak dan akhlak agama Islam adalah rasa malu” (HR. Ibnu Majah).

Sebagai muslim kita dituntut menjadikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai contoh dalam segala aspek kehidupan kita. Khusus dalam masalah moral atau  akhlak Allah shubhaana wa ta’ala berfirman tentang beliau shallallahu ‘alaihi wasallam setelah diiringi sumpah “ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS.  Al-Qalam: 4) dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam  mengabarkan bahwa orang yang paling sempurna keimanannya diantara umatnya adalah yang paling baik akhlaknya, maka seorang muslim seharusnya berusaha dan besemangat untuk memiliki akhlak yang baik dan merujuk kepada Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam berakhlak. Ketika istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang mulia ‘Aisyah ditanya tentang akhlak beliau, maka dijawab “akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  adalah al-Qur’an” (HR.Muslim).

Sehingga setiap muslim yang ingin mendapatkan keutamaan memiliki akhlak yang mulia hendaknya dekat dengan al-Qur’an; membacanya, mentadabburi makna-maknanya, dan mengamalkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam -sebagaimana diriwayatkan imam Bukhari dan Muslim dari sahabat abu musa al-Asy’ari- mengumpamakan orang-orang beriman yang membaca Al-Qur’an seperti buah yang rasanya lezat dan baunya harum, sementara orang beriman yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma yang rasanya manis namun tidak ada aromanya. Demikianlah Al-Qur’an, sekedar membacanya mampu membuat pelakunya  menebar aroma harum kepada orang-orang disekitarnya. Sebaliknya orang-orang yang tidak mau mentdabburi Al-Qur’an adalah orang-orang yang telah terkunci hatinya Allah  berfirman, artinya: “ Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur’an, ataukah hati mereka telah terkunci ?” (QS. Muhammad: 24), dengan demikian kita bisa melihat hubungan yang erat antara al-Qur’an dengan baiknya akhlak.

Seharusnya, setiap muslim adalah orang-orang yang dekat dengan al-Qur’an dengan begitu banyaknya kabar dari Allah dan Rasul-Nya tentang keutaman dan keistimewaan al-Qur’an, di ntaranya:
1. Orang yang mempelajari, mengajarkan Al-Qur’an termasuk insan yang terbaik Rasulullah  bersabda, artinya: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Imam Bukhari).
2. Al-Qur’an menjadi pemberi syafaat di hari kiamat, Rasulullah bersabda, artinya. “ Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat bagi pembacanya” (HR. Muslim, dari Abu Umamah al-Bahili)
3.    Orang yang membaca Al-Qur’an akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda, Allah berfirman, artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambahkan kepada mereka dari karunianya” (QS.Fathir: 29-30)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda, artinya: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitbullah (Al-Qur’an) maka dia akan memperoleh satu kebaikan dan satu kebaikan akan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang semisalnya. Saya tidak mengatakan Alif Laam Mim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, dan lam satu huruf serta mim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi, ad-Darimy, dan lainnya dari Abdullah bin Mas’ud). Bahkan bacaan Al-Qur’an yang terbata-bata mendapatkan dua pahala, Rasulullah bersabda: ”Orang yang mahir dengan Al-Qur’an bersama malaikat yang mulia, sedang orang yang membaca al-Qur’an dengan terbata-bata maka baginya dua pahala.”(HR. Bukhari-Muslim)

Keimanan seorang muslim akan mengantarkannya senantiasa loba dengan janji Allah dan Rasul-Nya. Termasuk untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an agar mereka mendapatkan keutamaan yang dijanjikan tersebut. Dan agar kerusakan moral yang merajalela di kalangan umat ini dapat tertanggulangi dengan izin Allah. wallohu A’lam. (Al Balagh/Abu Yahya)
Sumber:
1. Mengenal Lebih Dekat Pribadi Nabi Terj. Qutufu Min Syamailil muhammadiyyah wal-Akhlaq wal-Adabil Islamiyyah, Sayaikh Muhammad Jamil Zainu
2. Majalah As-Sunnah Ed. 05/V/1422H-2001M, Hal7-11

Artikulli paraprak
Artikulli tjetër

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah Sambangi Pengurus Pusat Hidayatullah Tuk Bahas Peluang Sinergi dan Kolaborasi

JAKARTA, wahdah.or.id - Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah (DPP...

Sudah 7 Bulan Lebih Digempur Oleh Roket Israel, Jangan Biarkan Gaza Sendiri!

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Waktu tujuh bulan lebih, bukanlah waktu...

Suarakan Bela Palestina, Ketua STIBA Orasi Menggunakan Tiga Bahasa

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Wahdah Islamiyah sukses menggelar aksi bela...

Bela Palestina, Wahdah Islamiyah Se Indonesia Serukan Hentikan Genosida Di Palestina

MAKASSAR, wahdah.or.id – Ormas Islam Wahdah Islamiyah menggelar aksi...