Aktivis Wahdah Raih Penghargaan Internasional Bidang Sains

“Saya bukan sosok kutu buku dan maniak riset, Saya aktif di takmir masjid dan ormas Islam, Wahdah  Islamiyah,”

Muhammad  Agung Bramantya merupakan salah satu Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Wahdah Islamiyah (DPC WI) Jogjakarta meraih gelar Young Engineer Award beberapa waktu lalu dari Universitas Keio di Jepang. 

Bram yang sehari-harinya sebagai Dosen Di UGM ini, juga dianugerahi penghargaan Fujiwara dari Universitas Keio. Dari empat penerima penghargaan tersebut, Bram menjadi satu-satunya orang asing, tiga lainnya peneliti Jepang.

Saat ini, kandidat Doktor Jurusan Teknik Mesin Universitas Keiko, Jepang ini sementara fokus pada penelitiannya,mengembangkan metode ultrasonik untuk meneliti fluida (cairan). Fluida yang dimonitor Bram tergolong fluida pintar. Misalnya, MagnetoRheological atau biasa disebut MRfl uid. “Inti dari teknologi fl uida pintar ini ialah peredam aktif. Maksudnya, peredam itu secara aktif melakukan efek peredaman sesuai guncangan yang diterima,” seperti dikutip dari Media Indonesia Jumat 13/2 Hal.18 Rubrik Sosok.

Sistem peredam guncangan ini dipakai sebagai peredam gempa pada bangunan, pada mobil jika melewati jalan bergelombang dan pada jembatan.

Sejak kuliah, Bram tergolong cemerlang Dia merupakan lulusan terbaik (Peringkat I) dan tercepat ( 7 Semester) di UGM. Meskipun begitu Bram mengaku bukan kutu buku. Dia masih melakukan aktivitas keagamaan dan sosial. “Saya bukan sosok kutu buku dan maniak riset, kok. Saya aktif di takmir masjid dan ormas Islam, Wahdah Islamiyah,” tulisnya.

Bram  tergolong ‘murid beasiswa’. Studinya di Jepang berkat guyuran dana JICA. Pun studi pascasarjana yang ia jalani di Universitas Malaya, Malaysia, juga didanai JICA. Di Malaysia, Bram sempat tergabung dalam tim desain mobil bertenaga surya (solar car).

Dia juga mengisahkan penggalan perjalanan ke Dresden, Jerman, saat menghadiri seminar internasional ERMR (Electrorheological Fluids and Magnetorheological), Agustus 2008. Bram mengaku peristiwa itu menjadi momen penting perjalanan keilmuannya. Di sana ia memenangi Best Poster Prize setelah menyisihkan sekitar 110 ilmuwan dari lima benua yang mempresentasikan karya mereka. Teman temannya lantas menggurau, Bram disebut telah menaklukkan the goldenJ triangle, Jawa-Jepang-Jerman.

Bram juga menambahkan, momen di Dresden-lah yang memantik rentetan prestasi berikutnya. Kemenangannya saat itu telah menarik perhatian ilmuwan lain sehingga Universitas Keio menempatkan Bram di antara empat mahasiswa Keio lainnya sebagai peraih Fujiwara. Akibatnya, penelitian Bram mudah mendapatkan dana.

Meneliti di Jepang, lanjut Bram, dimanjakan fasilitas dan dibiasakan kerja sama tim. Di sana, penelitian sudah biasa dikerjakan secara berkelompok.“Justru momen penting dalam proses penelitian saya terjadi ketika ada sinergi ide dan keahlian dari anggota riset,” kata Bram

Menurutnya, ketika riset menemui jalan buntu, para senpai (alumni atau senior) bisa dihubungi untuk berbagi saran. Misalnya, saat riset mulai buntu lantas terbuka kembali setelah Bram rembugan dengan anggota riset lainnya selama satu bulan. “Ternyata hasilnya bisa optimal,” kisah Bram.

Riset itu makin efisien ketika sejumlah senpai turun tangan. Pengalaman itu membawa Bram pada pemahaman bahwa semangat bekerja sama merupakan hal yang paling ditekankan di Jepang. “Ada dua hal lain yang terasa betul sangat ditekankan di sini. Yaitu disiplin dan kerja keras,” tegasnya.
(Sumber: Harian Media Indonesia Halaman 18 Jumat 12 Februari 2010 Rubrik Sosok/[email protected] merupakan sosok ke-19 yang ditampilkan dari 40 sosok Pilihan) Link Tulisan e-paper media indonesia

DOK PRIBADI

TANGGAL LAHIR

22 Maret 1981

PENDIDIKAN

• Program Doktor Jurusan Teknik

Mesin Universitas Keiko, Jepang

(2008 sampai sekarang)

• S-2 Engineering Design and

Manufacture, Universitas Malaya,

Malaysia (2007)

• S-2 Teknik Mesin Universitas

Gadjah Mada, Yogyakarta (2005)

• S-1 Teknik Mesin Universitas

Gadjah Mada, Yogyakarta (2003)

PENCAPAIAN (ANTARA LAIN)

• Young Engineer Award, Japan

Society of Applied Electromagnetics

and Mechanics (2009)

• Fujiwara Award (2009)

• Best Poster Prize, ERMR (2008)

• Lulusan terbaik (peringkat 1) dan

tercepat (7 semester) Sarjana

Universitas Gadjah Mada,

Yogyakarta (2003)

 

Artikulli paraprakValentine’s Day Hari Raya Mengenang Pendeta
Artikulli tjetërKekuatan Ukhuwah Islamiyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini