Aktivis Wahdah Raih Doktor Sains di Jepang

  • Orang Indonesia pertama dan Satu-satunya Peneliti di Luar Jepang Raih Fujiwara Award, Juara Best Poster Prize Jerman mengungguli 110 Ilmuwan dari 5 Benua, Selesai Program Doktor, Magister dan Sarjana Semua Dengan Akselerasi

Suatu prestasi yang patut disyukuri dan dibanggakan oleh kaum muslimin dan bangsa Indonesia,  Muhammad Agung Bramantya, MT, M.Eng., PhD.

Seorang Dosen  di Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik UGM dan juga merupakan aktivis Dakwah Wahdah Islamiyah Yogyakarta telah menyelesaikan  program Doktornya pada usia 30 Tahun pada Universitas Keio Jepang Fakultas Sains dan Teknologi.

 

Mas Bram, panggilan akrap Dosen ini, dalam usianya yang masih muda kelahiran 22 Maret 1981, telah berhasil lulus program doktor dengan akselerasi percepatan masa studinya di Universitas bergengsi di Jepang ini, hanya 2,5 tahun dari waktu normal 3 tahun. Bram juga menyelesaikan studi S1 dan S2 di UGM dengan akselerasi juga, selesai 1 semester lebih awal, Program S1 hanya ditempuh dalam 7 Semester dan S2 hanya 3 Semester.

Selain menyelesaikan studi lebih cepat dan mendapat komentar kelulusan  “excellent”, Ilmuwan Muslim ini juga mendapat dua penghargaan Internasional yaitu Young Engineer Award 2009 dari Japan Society Applied Electromagnetics and Mechanics (JSAEM) serta Fujiwara Award dari Universitas Keoi Jepang.

Muhammad Agung Bramantya merupakan orang Indonesia pertama, sekaligus Muslim pertama di Dunia Islam, yang menerima penghargaan tersebut. Dari tujuh penerima penghargaan ini, Bram satu-satunya orang asing, yang lainnya adalah peneliti Jepang. “ saya merasa bersyukur dan sekaligus terharu mendapatkan penghargaan ini, yang baru didapatkan peneliti asing di luar Jepang. Semoga bisa membanggakan dan bermanfaat kaum muslimin dan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Fujiwara Award diambil dari nama Ginjiro Fujiwara yang hidup pada 1869-1960. Ia pendiri Institut Teknologi Fujiwara, cikal bakal Fakultas Sains Teknologi Universitas Keio

Bram mendapatkan penghargaan ini, lewat karya-karya ilmiah nasional dan internasional, dan keaktifan sosialnya di Forum AUN/Seed-Net & International Student Society .

Di blog pribadinya, www.bramantya.wordpress.com, dia juga menuliskan perjalanannya ke Jerman, saat menghadiri seminar internasional ERMR (Electrorheological Fluids and Magnetorheological), 2008 lalu.

Dalam seminar itu, dia adalah satu-satunya wakil Asia Selatan dan Asia Tenggara. Di sana, dia menjuarai Best Poster Prize, menyisihkan 110 ilmuwan dari 5 benua. “Menjuarai Event internasional di Jerman ini merupakan momen penting dari perjalanan keilmuan yang saya geluti,” ungkapnya

 

Judul disertasi Doktor Bram adalah "Fundamental Study on the Inner Structure of Magnetorheological Fluids by Ultrasonic Propagation Method". Penelitian tentang cairan pintar bernama "magnetorheological fluids" yaitu material fluid yang bisa diatur sifat reologi-nya dengan menggunakan medan magnet. Bram diwisuda 17 September lalu, menurutnya Ramadhan kali ini memberikan berkah tersendiri baginya dalam penyelesaian studi lebih awal.

Magnetorheological fluid banyak dipakai untuk alat-alat peredam getaran, misalnya suspensi pada mobil seperti BMW, GM, Porche, Ferrari. Digunakan untuk peredam gempa, peredam beban kejut. Dan  juga dapat diaplikasikan di bidang medis mengaplikasikan di engsel tulang buatan, dan modifikasinya untuk pengobatan kangker, pemakaian dalam bidang militer untuk peredam mobil tempur dan helikopter. Serta pada bidang permesinan untuk polishing, dan keperluan lensa teleskop Hubble.

Dunia riset yang kini ditekuni Bram tidak bisa lepas dari hobinya melakukan riset sejak mahasiswa. Salah satu risetnya ketika kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, adalah mendesain mobil tenaga surya. Skripsinya S1 nya, berjudul “Redesign Conceptual Aircraft: Airbus A 330. Bram juga menyelesaikan studi di  University of Malaya, menekuni teknik desain dan manufaktur.

Meskipun dari berbagai riset yang ditekuninya, Bram mengaku bukan kutu buku. Dia juga aktif dalam aktivitas sosial dan keagaamaan. “Saya bukan sosok kutu buku dan maniak riset, Saya aktif di takmir masjid dan ormas Islam, Wahdah Islamiyah,” tulisnya. Dalam Kepengurusan Wahdah Islamiyah Yogyakarta, Bram mendapat amanah jadi Penasehat, bersama Ustadz Ridwan Hamidi, Lc.

Menurut Bram, hasil-hasil riset yang telah dia tekuni merupakan dasar keilmuan yang dapat diterapkan lebih lanjut pada bidang lainnya. “Insya Allah ke depannya, masih banyak penemuan yang bisa dihasilkan, yang bisa berguna bagi masyarakat, umat dan bangsa,” ujar Bram

Kurang lebih satu minggu sebelumnya salah satu kader DPC Wahdah Islamiyah Yogyakarta juga berangkat meneruskan S2 di Korea Selatan pada bidang Teknik Nuklir. Beliau adalah Makrus Imron salah satu staf di jajaran Departemen Informasi Dan Komunikasi Pemkot Yogyakarta. 

Riwayat Hidup Muhammad Agung Bramantya: http://bramantya.files.wordpress.com/2007/06/cv_bram_may09.pdf

Arsip-arsip Berita Studi Bramantya dan penghargaan yang didapatnya sudah dimuat di beberapa Media cetak dan Website Nasional, diantaranya:

(o) http://www.ugm.ac.id/index.php?page=rilis&artikel=2856
(o) http://www.ugm.ac.id/en/?q=news/young-engineer-award-and-fujiwara-award
(o) http://www.indonesiaberprestasi.web.id/2009/11/best-young-engineer-dari-indonesia
(o) http://kontakmediainfo.blogdetik.com/2010/07/18/ilmuwan-muda-ugm-raih-dua-award-restisius-di-negeri-sakura/
(o) http://kampus.okezone.com/read/2010/07/15/373/353204/fujiwara-award-untuk-dosen-ugm
(o) http://rumahpengetahuan.web.id/ilmuwan-muda-ugm-raih-dua-award-prestisius-di-negeri-sakura/
(o) http://www.dnaberita.com/Eventnews_index.php?page=1&batas=20
(o) http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=145708
(o ) https://www.wahdah.or.id/wis/images/stories/Jogja%20Bram%20penghargaan.pdf
(o) http://www.seed-net.org/download/news5-4.htm

Artikulli paraprakSubhanallah, Rektor UIN Maliki Malang Wajib Hapal Alquran
Artikulli tjetërData Menag: Pembangunan Masjid Malah Kalah dengan Gereja!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini