Ahmad Hafizh Santri PPTQ An Nail Wahdah Islamiyah Gowa Selesaikan Hafalan 30 Juz

Date:

GOWA, wahdah.or.id – Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an An Nail Gowa kembali bersuka cita dan bergembira atas raihan prestasi yang ditorehkan oleh salah satu santrinya yang mampu menyelesaikan hafalan 30 Juz pada, Selasa (25/7/2023).

Santri berprestasi tersebut adalah Ahmad Hafizh yang saat ini duduk di kelas XI tingkat Ulya PPTQ An Nail. Putra dari Bapak Amir Syam dan Ibu Helda Mustika berhasil menyelesaikan setoran hafalan 30 juz tepat di tahun ke empat ia berada di Pondok An Nail.

Sama dengan para santri sebelumnya yang lebih dulu hafal Qur’an. Ia juga termasuk santri yang berprestasi dengan semangat menghafal yang luar biasa dan penuh perjuangan bahkan ia programkan untuk dirinya bahwa dalam sehari ia harus hafal sebanyak 2 lembar. Hal tersebut terungkap ketika ia dihubungi sesaat setelah menyetorkan hafalan terakhirnya.

“Sejak saya lanjut di tingkat Ulya, saya sudah berkomitmen pada diri saya untuk berubah. Kalau di Wustha dulu saya biasa-biasa saja dalam menghafal dan bahkan cenderung tidak punya target. Tapi hal itu berubah ketika lanjut di Ulya. Saya sudah mulai berfikir saya harus hafal 30 juz. Maka sejak saat itu saya targetkan pada diri saya untuk wajib menghafal sebanyak 2 lembar setiap harinya. Dan Alhamdulillah dengan izin Allah di awal tahun ajaran ini saya bisa menyelesaikan hafalan 30 juz,” tutur Ahmad.

Ahmad Hafizh adalah seorang pemuda yang berasal dari ujung utara Tanah Borneo tepatnya dari Tarakan kalimantan Utara ini, juga mengungkapkan bahwa hafalannya ia persembahkan untuk kedua orangtuanya yang terus mendoakan dan mendukungnya selama ini.

Sementara itu, Bapak Amir Syam dan Ibu Helda Mustika selaku orang tua dari ananda Ahmad Hafiz ketika dihubungi via WhatsApp, Ia mengungkapkan rasa haru, syukur dan bangganya atas prestasi yang diraih oleh anaknya.

“Perasaan kami campur aduk ustadz, terharu, bersyukur, dan bangga. Alhamdulillah ananda bisa menuntaskan hafalan 30 Juz. Kami tau itu bukan hal yg mudah, kami pun selama ini hanya bisa membersamai prosesnya dari jauh. Dan saat ananda liburan baru kami bisa membersamai ananda dari dekat. Selama liburan ananda Ahmad selalu konsisten dengan memuraja’ah dan menambah hafalan baru tanpa meninggalkan birul walidain kepada kami. Ramadhan lalu, Alhamdulillah ananda juga ikut jadi Imam sholat tarwih di masjid dekat rumah kami,” ungkapnya.

Ia pun menitip pesan kepada ananda Ahmad dan teman-temannya agar tetap istiqomah, tawadhu dengan apa yang sudah dicapainya karena semuanya itu atas izin Allah bukan karena kemampuan ananda semata.

“Nak.. hafalan 30 juz ini, hanya tangga awal menjadi seorang penuntut ilmu. Jika tidak dipahami dan tidak diamalkan, maka hafalan ini tidak akan membawa manfaat apapun untukmu bahkan bisa jadi bumerang. Ahmad ingatkan hadits Rosulullah tentang 3 orang yang pertama kali dilemparkan kedalam neraka? takutlah, takutlah, takutlah nak! takutlah jika hafalanmu berbalik menjadi musuhmu. Luruskan niat karena Allah semata, jagan berhenti hanya sampai menghafalnya, pahamilah, amalkanlah, dakwahkanlah dan bersabarlah di dalamnya,” ucap orang tua Ahmad berpesan.

Rep: Nasir Suddin
Editor: Muh Akbar

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Share post:

Subscribe

spot_img

Popular

More like this
Related

Menyongsong Bulan Zulhijah 1445 H, Ini Dia 5 Program Nasional Wahdah Islamiyah

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Pada bulan Zulhijah tahun ini, Panitia...

Apresiasi dari Wakil Ketua DKM Masjid Kubah 99 Asmaul Husna terhadap Kegiatan Tarbiyah Gabungan Wahdah Islamiyah Makassar

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Wakil Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)...

Padat, Masjid Kubah 99 Asmaul Husna Dipenuhi Jamaah Tarbiyah Gabungan Wahdah Makassar

MAKASSAR, wahdah.or.id -- Wahdah Islamiyah Makassar menggelar kegiatan Tarbiyah...

Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah Sambangi Pengurus Pusat Hidayatullah Tuk Bahas Peluang Sinergi dan Kolaborasi

JAKARTA, wahdah.or.id - Dewan Pengurus Pusat Wahdah Islamiyah (DPP...