Apa hukumnya mengadakan acara 7 hari / 40 hari / 100 hari setelah kematian ?

Jawaban :
    
Acara seperti itu adalah acara/kegiatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam para sahabatnya maupun para tabi’in, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang diriwayakan oleh Imam Muslim :

من أحدث في أمرنا هذا فهو رد

“Barang siapa yang mengada-ada dalam urusan agama ini  maka dia tertolak”

maksudnya kalo kita melakukan suatu amalan/ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah maka akan siasialah amalan tersebut. Dan syarat diterimanya suatu amalan adalah ikhlas dan sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah.

dan perlu kita ingat bahwa peringatan 40 atau 100 hari setelah wafatnya seseorang itu adalah adat kebiasaan agama kristen dan hindu, sehingga tidak pantas dicontoh dan dilaksanakan oleh orang muslim, dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar R.a. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda:

من تشبه بقوم فهو منهم

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka (HR. Abu Dawud, syaikh al bani mengatakan hadist ini hasan sohih)

Wallahu a’lam. (Kamaluddin Arifin S.Pd.I)

Artikulli paraprakKuburan dekat Masjid
Artikulli tjetër30 Renungan Seputar Hari ‘Asyura

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini