76 Ibu-Ibu Papua Ikut Wisuda Dirosa Angkatan I

Distrik Prafi kabupaten Manokwari membuat sejarah baru lagi, setelah 9 bulan lalu berhasil menyelenggarakan Pelatihan Dirosa pertama di bumi Papua; kali ini daerah ini berhasil menyelenggarakan ujian munaqosyah peserta Dirosa yang diuji langsung oleh tim penulis dan pengembang Dirosa dan juga sekaligus berhasil melaksanakan acara Tasyakuran Dirosa angkatan pertama. Munaqosyah dirosa diikuti oleh 76 peserta ibu-ibu  yang berasal dari 9 majelis taklim. sekitar 22 orang yang belum sempat mengikuti munaqosyah, sehingga jumlah pesertanya secara keseluruhan ada 98 orang.

Acara tasyakuran dilaksanakan di Masjid Baitur Rohman desa Desa distrik Prafi (kurang lebih 50 km dari kota Manokwari) 27 Desember 2011. Kegiatan ini disetting pada acara pengajian umum, munaqosyah dan pelatihan dirosa tingkat lanjutan. Acara tasyakuran ini dapat berjalan sangat meriah dan lancar, walaupun tidak dihadiri oleh para pejabat penting hanya kepala kampung yang juga mewakili BKPRMI distrik Prafi.

Prosesi tasyakuran diawali dengan tadarrus bersama oleh 68 peserta, pembacaan terjemahannya serta senandung do’a al-Qur’an kemudian dilanjutkan dengan pembacaan nama-nama peserta tasyakuran dan asal majelis taklimnya. Tiap majelis taklim diwakili oleh seorang anggota untuk menerima sertifikat lulus program pemberantasan buta aksara al-Qur’an yang ditandatangani bersama oleh Ketua LP3Q DPP Wahdah Islamiyah, Ketua AFKN Manokwari dan penulis/pengembang Dirosa.

10 peserta terbaik mendapatkan hadiah dari panitia. Semua Ustadz/ah Pembina mendapatkan piagam penghargaan dan sebagian mendapatkan hadiah dari kelompok majelis taklim yang dibinanya. Tiga majelis taklim terbaik juga mendapatkan hadiah menarik. Juga tidak ketinggalan Ketua AFKN dan penulis/pengembang Dirosa mendapatkan bingkisan.

Dari kegiatan tasyakuran Dirosa ini membawa pengaruh yang cukup besar. Semangat belajar al-Qur’an masyarakat Prafi terdongkrak, terbukti selang beberapa hari saja sudah banyak pendaftar untuk belajar Dirosa baik bapak-bapak maupun ibu-ibu. Di empat distrik yaitu Prafi, Masni, Oransbari dan Kota Manokwari telah terbentuk tim pengajar dan pengelola Dirosa dan telah bertekat untuk menjalankan program ini dan setahun lagi-insya Allah- akan ada tasyakuran. Begitu juga BKPRMI Papua Barat akan berusaha memasukkan Dirosa dalam program kerjanya.

Alangkah indahnya, jika semua elemen masyarakat, lembaga-lembaga Islam dapat bersatu padu, taawun dalam mengangkat dakwah, sehingga tugas dakwah yang sangat berat ini dapat  terasa lebih ringan, jangkauan lebih luas dan manfaat lebih banyak.(Ustadz Komari/Ketua LP3Q  DPP Wahdah Islamiyah)

Artikulli paraprakPelatihan TK-TPA dan Dirosa di 4 Distrik di Papua Manokwari, 22-30 Desember 2011. Selang dua hari s
Artikulli tjetërJadi Bom Waktu, Ulama Minta Gubernur Larang Syiah Berkembang di Jatim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini